Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
Berita lainnya
10-05-2019
Gelar Garden Party Event, KRP Kenalkan Potensi Koleksi Tumbuhan Dataran Rendah Kering

04-04-2019
Kebun Raya Purwodadi-LIPI Terima Tanaman Hoya Dari Masyarakat

20-03-2019
Tingkatkan Daya Saing, Kebun Raya Purwodadi Diperkuat Oleh 4 Peneliti Baru

berita lainnya >>



beranda > what's on > gelar garden party event, krp kenalkan potensi koleksi tumbuhan dataran rendah kering

Gelar Garden Party Event, KRP Kenalkan Potensi Koleksi Tumbuhan Dataran Rendah Kering


Minggu (5/5/2019) Kebun Raya Purwodadi menggelar Garden Party Event. Acara ini digagas oleh Linda Wige Ningrum, Elok Rifqi Firdiana, Elga Renjana, Melisnawati H. Angio yang merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil Kebun Raya Purwodadi – LIPI angkatan tahun 2019 yang sedang melaksanakan program aktualisasi dalam rangkaian kegiatan latihan dasar. Latihan dasar tersebut merupakan salah satu program dan upaya  LIPI dalam membentuk karakter dan kompetensi dasar para pegawai baru tersebut. Garden Party Event menyuguhkan 4 tema koleksi tumbuhan Kebun Raya Purwodadi yang sangat menarik untuk dinikmati wisatawan, antara lain : Koleksi tanaman Woody Climber, Kopsia dan Hoya, Koleksi tanaman Paku-pakuan,  dan buah lokal.

Woody Climber, merupakan tumbuhan yang pertumbuhannya memanjat. Pohon Tarzan yang memiliki nama ilmiah Bauhinia winitii Craib merupakan salah satu koleksi woody climber yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi termasuk dalam family Fabaceae. “Tanaman woody climber merupakan tanaman yang unik karena pertumbuhannya memanjat dan membutuhkan pohon yang kokoh sebagai penopang”, jelas Wige. Lebih lanjut Wige berencana menjadikan woody climber di Kebun Raya Purwodadi sebagai taman tematik sehingga keunikan dan eksostisme pertumbuhan batangnya dapat ditonjolkan dan menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan. “Tak hanya dari sisi keunikan dan eksotisme batangnya saja, saat ini woody climber juga sangat diminati menjadi obyek penelitian karena keunikan sistem hidraulik berkas pembuluhnya”, pungkas Wige.

Kopsia dan Hoya, memikat hati pengunjung karena memiliki tampilan bunga yang cantik dan berkarakter. “Kedua tanaman tersebut memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi tanaman hias yang digemari masyarakat, selain karena bunganya yang cantik, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keanekaragaman Hoya tertinggi di dunia”, jelas Elok. Tingginya potensi Kopsia dan Hoya sebagai tanamana hias, mendorong semangat bagi elok untuk melakukan perbanyakan kedua marga tanaman hias tersebut di rumah kaca Kebun Raya Purwodadi.

Kebun Raya Purwodadi memiliki 62 jenis tumbuhan paku. Psilotum nudum merupakan salah satu jenis paku purba yang dikenalkan oleh Elga kepada pengunjung Kebun Raya Purwodadi, "Tumbuhan paku jenis ini merupakan tumbuhan paku purba yang sudah ada di dunia sejak zaman Pleozoic atau sekitar 500 juta tahun yang lalu”, jelas Elga. Tak hanya paku purba, Elga juga mengedukasi pengunjung dengan informasi mengenai tumbuhan paku rane yang masuk dalam marga Selaginela. Tumbuhan paku tersebut merupakan salah satu tumbuhan paku yang berkhasiat sebagai obat berbagai macam penyakit dan jarang diketahui oleh masyarakat. Selain mengedukasi pengunjung dengan informasi mengenai tumbuhan paku dan manfaatnya, Elga juga berencana melakukan penataan koleksi tumbuhan paku di rumah kaca Kebun Raya Purwodadi berdasarkan suku dan tingkat kekerabatannya.

Indonesia memiliki potensi buah lokal yang saat ini sudah mulainya ditinggalkan oleh masyarakat. Melis mencoba mengenalkan kembali potensi buah lokal Indonesia tersebut kepada masyarakat. “Tema yang diusung Cintai, Konsumsi, dan Budayakan Buah Lokal Indonesia”, jelas Melis. Ia mengenalkan 10 jenis tumbuhan koleksi Kebun Raya Purwodadi yang memiliki potensi sebagai buah lokal Indonesia, kesepuluh tanaman yang menghasilkan buah lokal tersebut meliputi : tanaman/buah lo, tanaman bisbul/buah bisbul, tanaman kawista/buah kawista, tanaman majalegi/buah majalegi, tanaman cermai buah cermai, tanaman buni/buah buni, tanaman uni manis/buah uni manis, tanaman kemlaka/buah kemlaka, tanaman sempur/buah sempur, dan tanaman mundu/buah mundu. Para pengunjung yang hadir sangat antusias saat mengenal dan mencicipi buah-buahan lokal tersebut. Selain mengenal dan mencicipi buah-buahaan lokal Indonesia, pengunjung yang hadir mendapatkan souvenir berupas kipas yang didalamnya terdapat informasi mengenai kalender musim buah dari tanaman yang ditanam di kebun Raya Purwodadi.

Gelaran Garden Party Event menarik minat dan antusiasme pengunjung Kebun Raya Purwodadi untuk mengenal jenis-jenis dan manfaat tumbuhan berhabitat dataran rendah kering. Salah satu pengunjung yang antusias dengan potensi buah lokal Indonesia menuturkan bahwa dengan dikenalkannya buah – buahan lokal seperti ini mengingatkanya dengan kenangan masa kecil yang kerap mengkonsumsi buahan-buahan lokal tersebut. Namun sayang saat ini keberadaan buah-buahan lokal tersebut semakin langka akibat kalah popular dengan buah-buahan masa kini, bahkan buahan-buahan yang diimpor dari luar Indonesia. Pengunjung yang hadir di hari tersebut memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas gelaran garden party event karena ibarat pepatah mengatakan sambil menyelam minum air, sambil berwisata juga mendapatkan pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati Indonesia dan potensi manfaatnya. (MYA/FRW)




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton