Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
Berita lainnya
19-11-2018
Kebun Raya Purwodadi-LIPI dan PT Indo Tambangraya Megah Luncurkan Buku Keanekaragaman Hayati

19-10-2018
Bersama PT. BEK, Kebun Raya Purwodadi Kembangkan Komunitas Konservasi Anggrek di Kalimantan Timur

04-10-2018
Kembangkan Plasma Nutfah Pisang, Pengelola University Farm Universitas Teuku Umar Studi Banding ke Kebun Raya Purwodadi

berita lainnya >>



beranda > what's on > kebun raya purwodadi-lipi dan pt indo tambangraya megah luncurkan buku keanekaragaman hayati

Kebun Raya Purwodadi-LIPI dan PT Indo Tambangraya Megah Luncurkan Buku Keanekaragaman Hayati


 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kebun Raya Purwodadi (KRP), bekerja sama dengan PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Tbk menggelar peluncuran dan bedah buku hasil 8 tahun penelitian tentang keanekaragaan hayati di Kalimantan Timur, dengan judul buku “Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati”. Acara peluncuran dan bedah buku diselenggarakan di Pondok Indah Office Tower III di Jakarta tanggal 15 November 2018 dengan pembicara Trimanto sebagai salah satu penulis buku, Ignatius Wurwanto dari ITM, Irdika Mansur dari Souteast Asian Regional Centre For Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP), dan Sugeng Budiharta dari KRP.

Direktur Utama PT ITM, Kirana Limpaphayom dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin dengan KRP LIPI dalam “Biodiversity Project” ini, karena sejalan dengan visi dan misi PT ITM, yaitu menyediakan produk energi dan jasa yang berkualitas dan terjangkau secara berkelanjutan, beretika, bertanggung jawab sosial dan berwawasan ramah lingkungan.

“Buku ini didesain sebagai pengantar pada penerapan konservasi keragaman tumbuhan di kawasan pra dan paska tambang batu bara sebagai sesuatu yang esensial dalam upaya penyelamatan keragaman tumbuhan,” ujar Didik Widyatmoko, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. “Keanekaragaman hayati menjadi fokus program berkelanjutan karena memiliki nilai penting bagi umat manusia mengingat dari plasma nutfah yang ada di alam, manusia mengunduh beragam manfaat terkait kesehatan, ekonomi maupun kebudayaan dalam arti yang luas,” jelasnya.

Direktur ITM, Ignatius Wurwanto mengatakan, kegiatan penambangan memang sudah seharusnya disertai prinsip-prinsip konservasi menyeluruh sebagai bagian kegiatan reklamasi lahan bekas tambang agar secara efektif dapat mencegah berkurangnya keanekaragaman hayati akibat kegiatan pertambangan. Penelitian keanekaragaman hayati ini berguna sebagai persiapan untuk masa paska-tambang. Oleh sebab itu, penelitian keanekaragaman hayati dimulai sejak masa pra-tambang. Yang harapannya, pada masa paska-tambang nanti, semua kriteria yang ditetapkan pemerintah bisa diselesaikan lebih cepat.

Sementara itu, Trimanto mengatakan Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang tinggi dan menjadi tanggung jawab bersama untuk tetap menjaga dan melestarikannya. Buku hasil penelitian ini mencatat proses konservasi keragaman tumbuhan pada kawasan yang direncanakan menjadi areal penambangan batubara (area konsesi pra-tambang). Salah satu upaya melestarikan kekayaan hayati tumbuhan adalah menanam kembali tanaman, baik di habitat aslinya (in-situ) maupun di habitat lain (ex-situ), yaitu kebun raya. Koleksi tumbuhan yang ada di kebun raya dapat dijadikan sumber plasma nutfah sebagai gerbang terakhir upaya konservasi tumbuhan di Indonesia. 

“Aktivitas tambang jelas akan mengubah komposisi keanekaragaman hayati di alam dan sudah pasti mengurangi spesies yang ada. Oleh karena itu, konservasi keanekaragaman hayati penting untuk dilakukan. Hasil penelitian yang telah dibukukan ini menghasilkan konsep pengayaan dan pemanfaatan spesies lokal untuk mereklamasi area paska-tambang yang dapat dijadikan model bagi pelaku kegiatan pertambangan lainnya. Dengan demikian, publikasi buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada peningkatan praktik-praktik penambangan yang mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap Trimanto.

Irdika Mansur dari SEAMEO BIOTROP menambahkan, konservasi lahan paska-tambang perlu mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang ada, dan diharapkan menanam spesies tanaman yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Semoga langkah yang telah diambil oleh PT ITM bersama dengan LIPI ini diikuti tidak hanya oleh perusahaan tambang lain pada khususnya namun juga perusahaan-perusahaan lain yang menggunakan kawasan hutan secara umum.” pungkasnya. (Lia Hapsari)




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton