Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
Berita lainnya
24-05-2018
Melalui studi populasi, Kebun Raya Purwodadi melakukan riset pengaturan perdagangan kayu terdaftar CITES

16-05-2018
LIPI Bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang Serukan Cinta Lingkungan

03-05-2018
Diseminasi Iptek LIPI: Pemanfaatan dan Pengenalan Iptek di Daerah

berita lainnya >>



beranda > what's on > melalui studi populasi, kebun raya purwodadi melakukan riset pengaturan perdagangan kayu terdaftar cites

Melalui studi populasi, Kebun Raya Purwodadi melakukan riset pengaturan perdagangan kayu terdaftar CITES


Berbagai jenis pohon bernilai ekonomi tinggi di Indonesia mengalami ancaman kepunahan karena populasinya di alam semakin berkurang. Hal ini terjadi akibat eksploitasi terus-menerus tanpa adanya penambahan populasi di habitat alaminya. Beberapa jenis tumbuhan tersebut diantaranya adalah gaharu (Gyrinops verstegii (Gilk) Domke), sonokeling (Dalbergia latifolia Roxb.) dan angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Jenis-jenis tersebut memiliki kayu yang berkualitas tinggi dan diperdagangkan baik di dalam maupun luar negeri. Untuk mengatur kuota perdagangannya, jenis-jenis tersebut dimasukkan ke dalam daftar Appendix II CITES. Studi populasi dan pola sebaran jenis-jenis tersebut di habitat alaminya terus menerus dilakukan untuk menentukan kuota ekspor untuk menjaga keberadaan populasinya di alam.

Kebun Raya Purwodadi sebagai bagian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang memiliki otoritas keilmuan dalam pelaksanaan CITES bagi tumbuhan dan satwa liar dilindungi turut serta melakukan penelitian populasi jenis-jenis penting terdaftar CITES di Flores, NTT pada 8-18 April 2018. Kegiatan ini didanai oleh Pusat Penelitian Biologi-LIPI untuk tahun anggaran 2018.“Pulau Flores dikenal sebagai habitat alami beberapa jenis tumbuhan gaharu, salah satunya jenis Gyrinops verstegii. Populasi alami di Pulau Flores dipelajari sebagai dasar penentuan kuota perdagangan kayu gaharu di Indonesia”, ungkap Ridesti, koordinator kegiatan CITES Kebun Raya Purwodadi.

Pada kegiatan ini ditemukan populasi pohon penghasil gaharu Gyrinops verstegii di hutan rakyat di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores. Di populasi alaminya, gaharu dijumpai dalam berbagai ukuran yaitu pohon, belta dan semai. Populasi alami gaharu oleh masyarakat lokal dijaga keberadaannya dari penebangan oleh pihak luar. “Masyarakat lokal berharap pemerintah memperhatikan potensi kayu penghasil gaharu di daerah mereka dan membuka kembali kuota perdagangan yang sempat dihentikan oleh pemerintah”, lanjut Ridesti menjelaskan. Selain itu, di habitat alami gaharu, dijumpai pula tegakan jenis penting lain, yaitu angsana (Pterocarpus indicus) dalam jumlah kecil.

Penelitian tentang populasi jenis-jenis terdaftar CITES sudah sangat mendesak dilakukan untuk mendukung upaya konservasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Dengan dilakukannya studi populasi gaharu di habitat alaminya, diharapkan populasi jenis-jenis penting dapat dipetakan baik keberadaannya, jumlah dan pola sebarannya.

 

 




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton