Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
STAF PENELITIKEGIATAN PENELITIAN

beranda > penelitian > kegiatan penelitian > manusia dan lingkungan, dua aspek penting keberhasilan konservasi

Manusia dan lingkungan, dua aspek penting keberhasilan konservasi


Alam semesta membutuhkan perhatian manusia agar tetap terjaga dan lestari. Upaya manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan dilakukan melalui upaya konservasi. Namun demikian, sebagai aktor utama konservasi, manusia menjadi faktor penting di dalam upaya konservasi. Keberhasilan konservasi sangat dipengaruhi oleh pemahaman yang utuh dan saling berkaitan antara aspek ekologis (lingkungan) dan aspek sosial (manusia). Kegagalan dalam memahami kaitan dua aspek tersebut akan memperkecil peluang keberhasilan konservasi. Program-program konservasi yang mengabaikan aspirasi masyarakat bisa berujung pada penolakan masyarakat untuk mendukung program konservasi yang sedang dijalankan. Tidak dapat dipungkiri upaya konservasi yang mudah diterima masyarakat umumnya merupakan program-program yang memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat.

Pemahaman yang terintegrasi mengenai aspek ekologis dan sosial inilah yang saat ini sedang dikaji oleh tim peneliti ekologi restorasi di UPT BKT Kebun Raya Purwodadi, LIPI. Penelitian ini bertujuan memberikan masukan saran dan rekomendasi kebijakan dalam merehabilitasi kawasan terdegradasi khususnya mengembalikan fungsi konservasi tata air. Penelitian ini difokuskan pada Daerah Aliran Sungai, studi kasus DAS Sampean di Kabupaten Bondowoso. DAS Sampean memiliki kerentanan yang tinggi terhadap banjir, erosi dan tanah longsor karena bentuknya yang unik dengan kelerengan yang tinggi di bagian hulu, memiliki panjang sungai yang relatif pendek dan selisih ketinggian antara bagian hulu dan hilir yang cukup besar.

Pada bulan April dan Mei 2016, tim peneliti Kebun Raya Purwodadi telah melaksanakan pengambilan data-data ekologis dan sosial di kawasan DAS Sampean. Data ekologis meliputi informasi mengenai sifat-sifat biofisik tanah pada berbagai tipe penggunaan lahan seperti hutan tanaman sengon dan jati, ladang yang biasanya ditanami padi gogo, jagung atau singkong, dan kebun agroforestry. Selanjutnya data biofisik tanah akan dianalis untuk memberikan gambaran tentang tingkat kerentanan suatu penggunaan lahan terhadap erosi. Selain itu, dikumpulkan juga data-data sosial mengenai jenis-jenis pohon yang diinginkan masyarakat seandainya mereka dilibatkan dalam kegiatan rehabilitasi lahan. Pengambilan data social menggunakan metode wawancara terhadap kurang lebih 100 responden yang mewakili berbagai kelompok usia, gender dan pendidikan.

Kajian ini diharapkan akan menghasilkan suatu model perencanaan rehabilitasi lahan terintegrasi yang tidak hanya memperhatikan kondisi ekologis kawasan terdegradasi namun juga keinginan masyarakatnya. Pada akhirnya solusi kebijakan yang saling menguntungkan (win-win solution) akan didapatkan, misalnya pemilihan jenis yang dapat berfungsi untuk mengurangi erosi tanah yang juga bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. Tim peneliti KRP juga mendapatkan informasi adanya peluang rehabilitasi lahan dengan pendekatan agroforestry dengan menanam jenis-jenis pohon penghasil buah seperti durian, nangka dan petai. Jenis-jenis ini mempunyai tajuk dan perakaran yang dapat mengurangi erosi, memiliki daur hidup yang panjang sehingga mengurangi resiko ditebang cepat serta menghasilkan hasil buah-buahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa menebang pohonnya. Kedepan, tim peneliti KRP mengharapkan, kerangka pikir yang digunakan pada penelitian ini dapat diaplikasikan untuk merehabilitasi kawasan-kawasan terdegradasi lainnya.

(Sugeng Budiarta/Ed: SM)



Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton