Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
STAF PENELITIKEGIATAN PENELITIAN

beranda > penelitian > kegiatan penelitian > inventori dan penelitian flora pulau bawean

Inventori dan Penelitian Flora Pulau Bawean


UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi sebagai lembaga konservasi ex- situ flora, memfokuskan kegiatan konservasi tumbuh-tumbuhan yang berhabitat di dataran rendah kering. Pada tahun 2014 telah dilaksanakan kegiatan pengkoleksian dan penelitian flora di Pulau Bawean. Pulau ini merupakan kawasan yang unik karena letak pulau ini di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Kegiatan pengkoleksian flora difokuskan untuk jenis tumbuhan yang merupakan koleksi baru untuk Kebun Raya Purwodadi sedangkan kegiatan penelitian yang dilakukan adalah inventarisasi flora, analisa vegetasi, stok karbon, dan studi etnobotani. Selama 9 hari, kegiatan inventori dan penelitian flora di Cagar Alam dan Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Kegiatan ini dilakukan oleh 12 orang yang terbagi dalam 2 tim (Tim I dan Tim II) dengan total personel 6 orang setiap tim-nya. Tercatat sekitar 118 nomor, 260 spesimen yang terdiri dari 52 famili yang dikoleksi oleh Tim I dan 79 nomor, 283 spesimen yang terdiri dari 36 famili yang dikoleksi oleh Tim II dikoleksi dari Pulau Bawean.

 

          

 Gambar 1. Kawasan inventori dan penelitian flora di Pulau Bawean, diantaranya kawasan hutan di sekitar Danau Kastoba (kiri) dan kawasan hutan Gunung Lumut (kanan)

 

   

        

  Gambar 2. Kondisi di dalam kawasan hutan (kiri atas), rusa di Pulau Bawean (kanan atas), Tim I (kiri bawah) dan Tim 2 (kanan bawah) yang melakukan inventori dan penelitian flora di Pulau Bawean (kanan)

 

Jenis pohon yang merupakan koleksi baru untuk Kebun Raya Purwodadi adalah Irvingia malayana, Fragaea fragans, G arcinia dioica, Garcinia parviflora. Beberapa jenis pohon belum teridentifikasi hingga tingkat jenis Seperti Myristica sp, Derris sp, Syzygium sp dll. Irvingia malayana memiliki buah yang disukai oleh Axis kuhlii (rusa endemik) di Bawean. Jenis ini juga mendominasi kawasan hutan. Jenis tanaman berumbi koleksi baru diantaranya Tacca leontopetaloides, Amorphophallus muelleri, Amorphophallus blumeii. Jenis tanaman umbi tersebut yang dikoleksi adalah material umbinya. Jenis tumbuhan berumbi lainya adalah 3 jenis Dioscorea sp yang dikoleksi dengan material bulbil (katak). Jenis Herba yang dikoleksi diantaranya Piper sp, Cissus javana, Alocasia sp, Colocasia sp, Begonia sp. Jenis Colocasia dan Alocasia diperkirakan juga merupakan koleksi Baru untuk Kebun Raya Purwodadi. Jenis paku-pakuan yang dikoleksi antara lain Blechnum orientale, Angipteris evecta, Cyathea sp, Tectaria sp dan 2 jenis koleksi paku yang belum diketahui jenisnya. Dua jenis pandan Freitcinetia sp dan jenis Podocarpus sp diperkirakan koleksi baru untuk Kebun Raya Purwodadi. Beberapa koleksi tumbuhan sudah dimilki Kebun Raya Purwodadi tetapi karena jumlah hanya tinggal 1 koleksi atau koleksi tidak berasal dari Pulau Bawean dan dipertimbangkan perlu penambahan koleksi untuk jenis-jenis tertentu, seperti Ficus padana, Drypetes neglecta, Aglaia lawii, Orophea enneandra dll.

 

    

Gambar 3. Kegiatan-kegiatan inventori dan penelitian flora di Pulau Bawean, diantaranya adalah pencatatan faktor lingkungan dan posisi geografis (kiri atas), deskripsi dan pengukuran pohon (kanan atas), pengambilan koleksi (kiri bawah), dan penanganan material koleksi (kanan bawah)

 

Koleksi Hoya dan anggrek di Pulau Bawean juga cukup beragam. Dikoleksi sekitar 4 nomor Hoya dengan jenis Hoya sp dan Dischidia sp. Koleksi anggrek terdiri dari 2 kelompok yaitu anggrek epifit atau anggrek yang hidup dengan menempel pada pohon lain dan anggrek terrestrial atau anggrek yang hidup di tanah. Jenis anggrek tanah yang dikoleksi antara lain Nervilia aragoana, Habenaria sp dan Nervilia sp. Jenis anggrek tanah dikoleksi dengan tanahnya karena beberapa jenis anggrek tanah bersimbiosis dengan mikroba yang ada pada tanah. Jenis anggrek epifit yang dikoleksi antara lain Aerides odorata, Cymbidium aloifolium, Dendrobium bracteosum, Rhynchostylis retusa, Taeniophyllum bicuspidatum, Liparis condylobulbon dan Phalaenopsis amabilis. Jenis anggrek yang belum teridentifikasi adalah Malaxis sp, Dendrobium sp, Geodorum sp, Eria sp. Keberadaan angrek epifit dan angrek tanah di Kawasan Cagar alam dan Suaka Marga satwa Pulau Bawean masih cukup beragam. 

 

  

Gambar 4. Beberapa hasil koleksi tumbuhan dari Pulau Bawean 

 

Hasil inventori tersebut menggambarkan betapa kayanya keragaman flora yang kita miliki. Melalui penelitian inventori flora ini, maka telah tersusun dokumentasi ilmiah dan data bioresources terkait diversitas tumbuhan yang ada di Pulau Bawean. Kegiatan ini juga turut berperan dalam menjaga dan menyelamatkan Biodiversitas Indonesia yang merupakan aset masa kini dan masa depan bangsa. (Trimanto) Seluruh foto: Trimanto, foto Tim 2: Setyawan Agung Danarto. 

 

 




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton