Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
STAF PENELITIKEGIATAN PENELITIAN

beranda > penelitian > kegiatan penelitian > eksplorasi & inventarisasi keragaman pisang (musaceae) di kab. banyuwangi, jember dan lumajang

Eksplorasi & Inventarisasi Keragaman Pisang (Musaceae) di Kab. Banyuwangi, Jember dan Lumajang


Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur, yang berada pada posisi bagian ujung timur Pulau Jawa, di kawasan tapal kuda Provinsi Jawa Timur. Letak geografis ketiga kabupaten ini berurutan dan saling berbatasan langsung dimana Banyuwangi berbatasan langsung dengan Jember dan Jember berbatasan langsung dengan Lumajang, dengan tipikal kondisi wilayah dan iklim yang bervariasi. Tim dari Kebun Raya Purwodadi  yang terdiri dari Lia Hapsari, Ahmad Masrum dan Lamiran, pada tanggal 29 April hingga 4 Mei 2013 telah selesai melakukan kegiatan eksplorasi, inventarisasi keragaman dan pengkoleksian spesimen Musaceae di sekitar wilayah 3 kabupaten tersebut. Kegiatan eksplorasi dan kajian keragaman Musaceae ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tematik yang berjudul “Revitalisasi Koleksi dan Kajian Keragaman Musaceae dan Dioscoreaceae di kebun Raya Purwodadi” yang direncanakan selama 4 tahun (2012-2015).

 

Tujuan dilakukan kegiatan eksplorasi Musaceae di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang ini antara lain yaitu melakukan inventarisasi keragaman kultivar pisang yang dibudidayakan masyarakat; mengkaji potensi keragaman sumber daya genetik pisang beserta ekologi dan persebarannya, budidaya, permasalahan hama dan penyakit, serta pemanfaatannya; dan mengkoleksi spesimen hidup (bibit anakan) pisang dari wilayah tersebut untuk kemudian dikonservasi Kebun Raya Purwodadi.

 

Hasil inventarisasi keragaman pisang di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang diketahui terdapat sekitar 49 macam kultivar pisang yang pernah dan masih dibudidayakan oleh masyarakat setempat dan diketahui terdapat beberapa sinonim dari kultivar yang sama. Nama daerah bagi bermacam kultivar pisang sangat tidak tetap dan tidak begitu jelas batasannya, sehingga memungkinkan terjadinya permasalahan adanya duplikasi pada koleksi. Banyaknya nama kultivar dan sinonimnya dalam berbagai bahasa dan dialek daerah terutama di Asia Tenggara merupakan permasalahan yang dihadapi para taksonomis dan hortikulturis pisang. Variasi phonetic dalam bahasa di Asia menyebabkan terdapatnya perbedaan pengucapan yang membingungkan. Pada banyak kasus, kultivar yang sama disebut dalam beberapa nama yang berbeda atau bahkan nama yang sama digunakan untuk kultivar yang berbeda. Berdasarkan informasi dari masyarakat Kabupaten Lumajang, diketahui terdapat jenis-jenis pisang liar seperti pisang Songgolangit (M. tlogodytarum) dan pisang Becici (M. acuminata sub species.) yang tumbuh liar di kawasan hutan cagar alam di TNBTS.

 

Dari kegiatan eksplorasi pisang di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Lumajang dan Pasuruan diperoleh spesimen koleksi pisang sebanyak 22 nomor aksesi yang terdiri dari 53 spesimen anakan untuk dikonservasi di Kebun Raya Purwodadi.  Keseluruhan spesimen pisang yang yang berhasil dikoleksi tersebut merupakan pisang kultivar, beberapa diantaranya merupakan kultivar lokal yang unik dan menarik.

 

Eksplorasi Pisang KRP Banyuwangi, Jember & Lumajang

Beberapa kultivar pisang menarik yang dijumpai dan berhasil dikoleksi dari wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang (Gambar 1-8): 

   

1. Pisang Lempeneng

Pisang Lempeneng ini merupakan pisang favorit yang banyak ditanam oleh masyarakat di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Buah pisang Lempeneng (AAB) berwarna hijau kekuningan, dengan jari-jari yang panjang menunjuk dan melengkung ke arah tangkai, dengan sisa perbungaan yang persisten di ujung jari buah.

 

2. Pisang Tajinan

Pisang Tajinan merupakan pisang dari subgroup Kepok (ABB), pisang ini memiliki tipe perbungaaan yang unik, dimana perbungaannya hanya terdiri dari bunga betina saja atau tidak memililiki bunga jantan, sehingga tandan dipenuhi oleh buah hingga ke ujung tandan. Pisang Tajinan ini sangat potensial untuk dikembangkan selain produktivitasnya yang tinggi juga karena tahan/terhindar dari penyakit layu.

 

3. Pisang Srinyonya

Buah pisang Srinyonya sangat khas berbentuk melengkung di pangkal dan lurus pada bagian ujung, dengan jari-jari yang panjang searah/parallel dengan tangkai. Tandan berbentuk silinder dengan sisir dan jari-jari buah yang rapat/compact.

 

4. Pisang Lilin

Morfologi buah pisang Lilin mirip dengan pisang Mas, namun berukuran lebih besar dengan warna buah yang lebih hijau. Pisang Lilin ini tergolong dalam group pisang kultivar diploid AA dan dimanfaatkan masyarakat baik sebagai pisang buah maupun pisang olahan.

 

5. Pisang Berlin Kuning

Bentuk buah pisang Berlin kuning ini sama seperti pisang Berlin pada umumnya namun berbeda warna buahnya yaitu kuning gading hingga krem dengan batang semu/pseudostem berwarna merah.

 

6. Pisang Gajih Bali

Pisang Gajih Bali ini berperawakan sangat besar (robust) dengan diameter batang semu 50 – 90 cm dan tinggi mencapai 6 m. Tandan buah yang dihasilkan sangat besar dan panjang, berbentuk silinder, berisi mencapai 20 sisir besar, dengan buah yang penuh dan compact.

 

7. Pisang Kidang

Pisang Kidang (sinonim: Musang, Museng) ini memiliki karakter morfologi yang mencolok berwarna merah baik batang semu dan buahnya, daun muda berwarna merah dan menjadi hijau ketika dewasa. Pisang Kidang ini termasuk dalam group pisang kultivar triploid AAA, merupakan derivat dari M. acuminata var zebrina.

 

8. Pisang Agung

Pisang Agung merupakan ciri khas yang dijadikan symbol dari kabupaten Lumajang. Daerah penghasil terbesar pisang Agung adalah Senduro. Pisang Agung tergolong dalam group Plantain. Buah Pisang Agung berbentuk silindris dan lurus, kulit tebal dan tahan simpan, dengan rasa asam-manis. Pisang Agung merupakan jenis pisang olahan untuk dibuat keripik pisang, sale, dodol dan selai. Tiap pohon pisang Agung berbuah 1 - 3 sisir dengan jumlah buah 10-18 pisang per sisir. Berat satu tandan dapat mencapai 10 - 20 kg, sedangkan panjang sebuah pisang dapat mencapai 33 - 36 cm.

 

[Artikel & Foto : Lia Hapsari]

 




Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton