Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
STAF PENELITIKEGIATAN PENELITIAN

beranda > penelitian > kegiatan penelitian > eksplorasi tim ekspedisi kebun raya purwodadi di pulau moyo, nusa tenggara barat (2013)

Eksplorasi Tim Ekspedisi Kebun Raya Purwodadi di Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat (2013)


Pada tanggal 15 April lalu tim ekspedisi Kebun Raya Purwodadi diberangkatkan ke Pulau Moyo untuk melakukan eksplorasi tumbuhan di pulau yang terletak 2,5 km dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini. Tim ekspedisi ini terdiri dari Trimanto, Setyawan Agung Danarto, Suhartono, Eko S. Pujosasongko, dan Sarofah. Dengan menyeberangi laut dari Pulau Sumbawa, tim ini berhasil menginjakkan kaki di Pulau Moyo yang baru pertama kali dieskplorasi oleh KRP. Pulau Moyo merupakan pulau kecil dengan luas 350 km2. Setibanya di Pulau Moyo, tim ini langsung menuju hutan konservasi Pulau Moyo yang merupakan sentral keanekaragaman tumbuhan di pulau ini.

 

Kegiatan yang dilakukan oleh tim ekspedisi ini meliputi koleksi (pengumpulan) material tumbuhan berupa tumbuhan itu sendiri, biji, buah, atau stek untuk nantinya ditanam dan dilestarikan di KRP sebagai upaya melestarikan tumbuhan di luar habitat aslinya (konservasi ex situ) yang merupakan otoritas KRP sebagai salah satu lembaga konservasi ex situ. Konservasi di luar habitat aslinya penting dilakukan mengingat ancaman terhadap keberadaan tumbuhan di habitat aslinya oleh kebakaran hutan, penebangan liar, konversi hutan menjadi pemukiman, dan faktor lain. Selain koleksi material tumbuhan, kegiatan lain yang dilakukan oleh tim ekspedisi ini adalah studi ekologi, studi floristik, dan studi etnobotani. Studi ekologi dilakukan untuk memperoleh informasi dasar tentang gambaran habitat tumbuhan (jenis tanah, pH tanah, ketinggian tempat, suhu, kelembaban udara, dan faktor lingkungan lainnya) untuk mengupayakan kondisi lingkungan yang mirip dengan habitat asli tumbuhan tersebut ketika ditanam di KRP. Studi floristik dilakukan untuk mendokumentasikan jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan di daerah tersebut. Studi etnobotani dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan ini oleh masyarakat setempat untuk mengkaji manfaat tumbuhan tersebut sebagai dasar pemanfaatan tumbuhan secara berkelanjutan (sustainable use). 

 

Pulau Moyo Kegiatan di Pulau Moyo1 Foto Kegiatan di Pulau Moyo
Kegiatan di Pulau Moyo 3 Kegiatan di Pulau Moyo 4 Kegiatan di Pulau Moyo 5
Keterangan gambar (dari kiri ke kanan): (a) Lokasi Pulau Moyo - NTB, (b) Kegiatan pencatatan dan pengumpulan spesimen, (c) Pelabelan spesimen, (d) Pengambilan spesimen Amorphophalus sp., (e) Pengukuran dan pencatatan faktor lingkungan, (f) Studi ethnobotany.

 

 

Setelah dua minggu melakukan ekspedisi di Pulau Moyo yang penuh tantangan, menyeberangi laut, mendaki gunung, dan merambah hutan di pulau Moyo, tim ini kembali dengan selamat ke KRP pada tanggal 28 April lalu dengan membawa sekitar 140 nomor koleksi tumbuhan dari jenis pohon-pohonan yang meliputi famili Apocynaceae, Sterculiaceae, Euphorbiaceae, dan Lecythidaceae, beberapa jenis anggrek, paku-pakuan, dan jenis tumbuhan lainnya. Jenis-jenis tumbuhan dari Pulau Moyo ini menambah jumlah koleksi tumbuhan KRP yang sebelumnya telah diperoleh dari bagian daerah Indonesia lainnya.

 

Selamat datang kembali di KRP, teman-teman! Sukses atas ekspedisinya di pulau Moyo. [SNF]



Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton