Facebook Fan Page
Sitemap
Kontak
Pengaduan Masyarakat
Kuisioner
 
BERANDATENTANG KRPPELAYANANKOLEKSIPENELITIANTAUTANUNDUHANLELANGBANK BIJI
ANGGREKBAMBUPOLONG-POLONGANPAKUPISANGTANAMAN OBATPALEMTAMAN TEMATIKHOYAKOLEKSI LAIN

beranda > koleksi > tanaman obat > curcuma mangga valeton & zijp

Curcuma mangga Valeton & Zijp


Curcuma mangga merupakan herba parenial dan dibudidayakan di Thailand Peninsular Malaysia dan Indonesia.  Jenis ini di Indonesia dikenal dengan nama Temu Mangga dan sudah banyak dibudidayakan di Jawa. Penggunaan Temu mangga banyak digunakan untuk obat tradisional yang dikenal dengan jamu.  Temu mangga memiliki prospek sebagai obat tradisional, sebagai campuran makanan dan minuman maupun sebagai komoditi ekspor yang menjanjikan. Berdasarkan penelitian pengalaman (empiris) temu mangga memiliki manfaat menyembuhkan berbagai macam penyakit yaitu asma, hepatitis, TBC, sinusitis, sebagai antikanker dan menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah.  Komponen utama yang berkhasiat dalam rimpang temu mangga adalah kurkuminoid, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Temu putih juga mengandung senyawa antibakteri terhadap E. coli.

 

Habitus temu mangga adalah herba parennial dengan rimpang bercabang dengan warna kekuningan di bagian luar. dan berwarna lemon dibagian dalam. Daun berwarna hijau dapat mencapai ketinggian 30-65 cm, berbentuk pedang hingga elips, lonjong-oblanceolate dengan panjang 15-95 cm x lebar 5-23 cm. Perbungaan pada temu mangga muncul pada dasar tangkai daun, braktea  terpisah dan berwarna hijau hingga ungu, bractea berwarna putih berada pada dasar perbuangaan dan ungu untuk bagian atas mahkota bunga dengan panjang 3-4 cmberwarna putih. Labellum/bibir dengan panjang 15-25 mm dan lebar 14-18 mm berwarna putih. Benang sari terlipat longitudinal. Kepala sari berwarna putih dengan taji panjang dan sempit (Padua et al, 1999). Temu mangga dibudidayakan di tanah yang sangat subur, dengan ketinggian  sampai dengan 1000 m dpl. Perbanyakan tanaman ini sangat mudah. Perbanyakan dilakukan secara vegetatif dengan stek rimpang. (Narasi dan foto: Trimanto)

 

                                                

                                                  Gambar 1. Bunga Curcuma mangga

 

                 

                                             Gambar 2. Tanaman Curcuma mangga

 

                

                                                  Gambar 3. Rimpang Curcuma mangga 

 

Referensi

Purbowatiningrum R S1 dan N. S Mulyani. 2007.  Aktivitas Antibakteri Rimpang Temu Putih (Curcuma mangga Vall). Jurnal Sains dan Matematika: 15 (2):89-93

Afifah, E dan Tim Lentera, 2003, Khasiat dan Manfaat Temulawak: rimpang penyembuh aneka penyakit, Agromedia Pustaka, Jakarta

Cheppy, S., 2004, Temu Putih Tanaman Obat Antikanker, Cetakan ke 2, Penebar Swadaya, Jakarta, halaman 6-8, 12-14. 5

Darwis, SN., S. Hiyah dan ABD. Madjo Indo, 1991, Tumbuhan Obat Famili Zingeberaceae, Pusat Pengembangan Tanaman Industri, Bogor.

Padua LS, N. Banyaprophatsara and R.H.M.J Lemmens. 1999.  Plant Resources of South East Asia. Medicinal and Poisonous Plants 1. 216-217 (Curucuma mangga Valeton and Zijp). Bogor. Indonesia



Lihat juga:
Dendrobium aloifolium (Bl.) Rchb.f.
Hoya lacunosa Blume
Liparis gibbosa Finet
Dendrobium acinaciforme Roxb.
Cymbidium finlaysonianum Lindl

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi - LIPI
Jl. Raya Surabaya - Malang Km. 65, Purwodadi, Pasuruan - Jawa Timur 67163
Telp. (0343) 615033, Fax. (0341) 426046

Copyright © 2008-2016 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
responsive css boilerplate by Skeleton