Author - Humas

Bambu petung

Bambu Petung (Dendrocalamus asper  (Schult.) Backer ex Heyne) Karakteristik: jenis bambu ini dicirikan dengan rumpunnya yang simpodial, tegak dan rapat. Rebung berwarna hitam keunguan, tertutup bulu berwarna coklat hingga kehitaman. Tinggi buluh mencapai 20 m, tegak dengan ujung melengkung. Buluh berwana hijau, hijau tua atau hijau keunguan, atau agak hijau keputih-putihan dan bertotol putih karena ada lumut ketika tua, selain itu buku-bukunya dikelilingi oleh akar udara. Habitat: Tumbuh baik di tanah aluvial tropis yang lembab dan basah, dapat tumbuh di daerah kering di dataran...

Bambu Sembilang

  Bambu yang memiliki nama ilmiah Dendrocalamus giganteus Munro ini memiliki ukuran yang relatif besar. Tingginya dapat mencapai 30 meter dengan diameter batang mencapai 18-25 cm.Meskipun asal bambu ini tidak diketahui secara pasti, namun dimungkinkan  berasal dari Selatan Burma (Myanmar) dan Barat Laut Thailand. Pada umumnya bambu ini ditanam di Sri Lanka, India, Bangladesh, dan Selatan Cina. Batang besar dari bambu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti kontruksi, pipa air, bahan pembuatan keranjang, dan produksi kertas. Referensi : Dransfield, S. and Widjaja, E.A....

Now Blooming : Saraca thaipingensis Prain, Bunga Kuning Cerah dan Wangi Mengundang Serangga

  Saat ini koleksi Kebun Raya Purwodadi, Saraca thaipingensis tengah berbunga. Tumbuhan yang tergolong dalam familia Leguminosae ini memiliki pembungaan yang indah karena muncul di sepanjang batangnya. Warna kuning cerah dan bau harum yang dikeluarkan oleh bunga ini menyebabkan banyak serangga tertarik untuk berkunjung. Saraca declinata auct. non (Jack) Miq. dan Saraca cauliflora Baker merupakan sinonim dari Saraca thaipingensis. Jenis ini juga tumbuh di beberapa negara di Asia Tenggara. Di Malaysia, tumbuhan ini dikenal dengan nama Talan. Di Thailand, orang menyebutnya Asok Lucang, adapula yang menyebutnya Asok Yai. Sementara di Bangkok dikenal dengan nama Sok Lueang. Istilah dalam...

Morinda citrifolia ( mengkudu )

Buah tidak beraturan dan berbentuk sangat buruk karena banyak tonjolan dimana-mana,itulah yang terlintas saat kita melihat buah dengan nama latin Morinda citrifolia ini. Tanaman ini berasal dari daerah asia tenggara dan tergolong famili rubiciae.  Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga  pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam. Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu...

Barleria lupulina Lindl.

Nama lokal: Landik, Sujen Trus Kegunaan: Sebagai obat untuk sakit gigi, sakit akibat digigit serangga, ular atau anjing, anti radang, rematik. Ciri morfologi: Perdu bercabang banyak, tinggi 1-2 m; batang berkayu, coklat tua; daun tunggal, berhadapan, bertangkai pendek, pada pangkal tangkai daun terdapat sepasang duri warna merah ungu, bentuk daun lanset memanjang, agak tebal dan kaku, warna hijau gelap mengkilap dengan ibu tulang daun merah di permukaan atas dan lebih muda di permukaan bawah, 5-10 cm x 0,5-1,5 cm; bunga tegak atau agak mengangguk,...

Keci Beling (Hemigraphis alternata)

Nama ilmiah: Hemigraphis alternata (Burm.f.) T. Anders. Sinonim: H. colorata (Bl.) Hall.f. Family: Acanthaceae Nama lokal: Sambang Getih, Binalu Api (Melayu), Remek Daging (Jawa), Keci Beling (Jawa), Reundeu Beureum (Sunda), Lire (Ternate). Kegunaan: Sebagai obat penambah darah, penghenti perdarahan (hemostatis) dan peluruh kencing (diuretik). Ciri morfologi: Semak kecil, batang merayap, bulat, bercabang, ungu; daun tunggal, berhadapan, bulat telur, ujung runcing, tepi bergerigi, permukaan atas mengkilap merah ungu keabu-abuan, permukaan bawah merah anggur agak berrambut pada tulang daun, 4-10 cm x 2,5-6 cm; perbungaan bulir, keluar dari ujung batang, mahkota bunga...

Bunga Telang (Clitoria ternatea L. )

 Clitoria ternatea L. biasa disebut dengan Bunga/kembang Telang atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Butterfly Pea, merupakan tumbuhan dari anggota suku polong-polongan (Fabaceae), tumbuh merambat, meliar di dataran rendah tropika lembab di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Berbunga cantik dan eksotis, berwarna biru cerah keunguan. Sungguh menarik perhatian setiap mata yang memandang. Di Kebun Raya Purwodadi, tumbuhan ini dikoleksi di vak Taman Obat (Ausadhi Garden). Pada pengobatan tradisional Ayurveda, Bunga Telang ini sudah digunakan selama berabad-abad sebagai bahan penambah daya ingat (memory enhancer),...

Belimbing Wuluh

Averrhoa bilimbi L. biasa disebut dengan Belimbing Wuluh, merupakan tumbuhan dari anggota suku Oxalidaceae. Di Kebun Raya Purwodadi, tumbuhan ini dikoleksi di vak Taman Obat (Ausadhi Garden). Pada pengobatan tradisional, Belimbing wuluh digunakan untuk menyembuhkan penyakit gondong, sakit batuk, demam dan sakit kulit. Sumber: (Eisai, 1995), (Verheij dan Coronel,1992)

Cissus quadrangularis L.

Cissus quadrangularis L. merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat yang dikoleksi di Kebun Raya Purwodadi. Di Indonesia dan Melayu biasa disebut dengan “Patah tulang”, sedangkan nama lokal di daerah Jawa adalah “Tikel balung”. Khasiat dari tanaman ini antara lain untuk mengobati rematik, patah tulang, menyembuhkan luka dan luka bakar. Sumber: Eisai (1995); Van Valkenburg and Bunyapraphatsara (2002)

Curcuma mangga Valeton & Zijp

Curcuma mangga merupakan herba parenial dan dibudidayakan di Thailand Peninsular Malaysia dan Indonesia.  Jenis ini di Indonesia dikenal dengan nama Temu Mangga dan sudah banyak dibudidayakan di Jawa. Penggunaan Temu mangga banyak digunakan untuk obat tradisional yang dikenal dengan jamu.  Temu mangga memiliki prospek sebagai obat tradisional, sebagai campuran makanan dan minuman maupun sebagai komoditi ekspor yang menjanjikan. Berdasarkan penelitian pengalaman (empiris) temu mangga memiliki manfaat menyembuhkan berbagai macam penyakit yaitu asma, hepatitis, TBC, sinusitis, sebagai antikanker dan menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida...