Lengkuas Dalam Pengobatan Tradisional Indonesia

Lengkuas Dalam Pengobatan Tradisional Indonesia

Purwodadi, Humas LIPI. Tim Peneliti Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi LIPI melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakteristik morfologi spesimen Alpinia galanga (L.) Willd atau Lengkuas. “Pengumpulan spesimen Alpinia galanga dari hutan alam Sulawesi”, jelas Trimanto, anggota tim peneliti. Lebih lanjut Trimanto menjelaskan langkah berikutnya tim peneliti melakukan analisis anatomi dan histokimia untuk mendeteksi metabolit primer meliputi pati, protein dan lipid, serta metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid dan tanin pada akar rimpang lengkuas.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa ciri-ciri morfologi taksonomi utama Alpinia galanga adalah perbungaan terminal herba abadi, bunga cincinnus, bract open to base, labellum petaloid, dan staminode lateral subulate. Struktur anatomi rimpang A. galanga terdiri dari epidermis, parenkim dan berkas pengangkut meliputi berkas pengangkut xilem dan floem.

Zat metabolit primer dan metabolit sekunder dideteksi dari rimpang A. galanga. Pati memiliki kepadatan sel sekretorik tertinggi di antara metabolit primer, sedangkan flavonoid memiliki kepadatan sel sekretori tertinggi di antara metabolit sekunder. Seluruh bagian tanaman A. galanga dari akar hingga buah memiliki potensi farmakologi yang kaya.

Akar lengkuas mengandung banyak senyawa biokimia, di mana salah satu jenis senyawa biokimia yang ada di tanaman juga menunjukkan spektrum spektrum farmakologis yang luas. Karena potensi biologi dan farmakologinya yang sangat luas, penelitian dan evaluasi lebih lanjut terhadap spesimen A. galanga dari berbagai daerah di Indonesia dan dari seluruh bagian tanaman untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif dan khasiatnya diperlukan oleh manusia di masa depan.

Alpinia galanga adalah tumbuhan rimpang monokotil yang termasuk dalam famili Zingiberaceae, digunakan sebagai bahan penyedap masakan dan pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Dari literatur penelitian menunjukkan bahwa hampir semua bagian dari tanaman lengkuas mengandung banyak senyawa bioaktif, termasuk antimikroba, antioksidan, anti-ulkus, antibakteri, antitumor, anti-HIV, antijamur, antiinflamasi, antialergi dan antidiabetik.

Di Indonesia, tumbuhan ini biasa disebut lengkuas. Memiliki batang bawah tanah yang disebut rimpang yang sangat aromatik dan memiliki rasa pedas. Lengkuas tumbuh di tempat terbuka, cerah, hutan dan semak belukar, dan sekarang banyak dibudidayakan di halaman belakang sebagai elemen tumbuhan pekarangan.

Morfologi tumbuhan ini hampir menyerupai tumbuhan jahe, tumbuh dari rimpang dalam rumpun batang tegak setinggi 2 m dengan daun panjang berlimpah dan aromatik. Secara umum di Indonesia dikenal ada 3 varian lengkuas yang tersebar di seluruh nusantara, yaitu lengkuas putih, lengkuas merah dan perantara antara putih dan merah. Mereka mungkin berbeda dalam rasa pedas.

“Hasil lengkap dari penelitian ini dapat diakses pada AIP Conference Proceedings Volume 2353 dengan judul makalah Alpinia galanga (L.) willd: Plant morphological characteristic, histochemical analysis and review on pharmacological”, tutup Trimanto. (MYA/Ed:FRW)

Share this post