Penelitian Kolaborasi In Silico Senyawa Aktif Lindera aggregata sebagai Anti-Coronavirus

Penelitian Kolaborasi In Silico Senyawa Aktif Lindera aggregata sebagai Anti-Coronavirus

Purwodadi, Humas LIPI. 4 Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya yang di tempatkan di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Elok R. Firdiana, Elga Renjana, Linda W. Ningrum, dan Melisnawati H. Angio bersama 2 peneliti dari Pusat Penelitian Biologi, Muhamad Nikmatullah dan Syaiful Rizal melakukan penelitian kolaborasi senyawa aktif Lindera aggregata sebagai anti-Coronavirus. “Ide penelitian ini berangkat dari artikel Liu et al. (2006) yang melakukan uji in vitro ekstrak tumbuhan Lindera aggregata terhadap virus SARS-CoV-1. Hasil penelitian tersebut  menunjukkan adanya aktivitas penghambatan, “ terang Elok.

Lindera aggregata (Sims) Kosterm adalah tanaman dari suku Lauraceae. Penyebaran Lindera aggregata di Cina Selatan, Jepang dan Asia Tenggara. Tanaman ini digunakan sebagai tanaman tradisional herbal Cina. Dari studi literatur diketahui akarnya yang dikeringkan telah digunakan di Cina dan Jepang ratusan tahun untuk mengobati penyakit jantung, ginjal, kista, dan rematik. Dalam literatur, investigasi fitokimia menunjukkan bahwa L. aggregata memiliki aktivitas antitumor, anti-inflamasi, antivirus, antimikroba, dan antidiabetes. Lebih khusus lagi, studi in vitro yang dilakukan oleh Li et al membuktikan bahwa L. aggregata mampu menghambat penyebaran SARS-CoV dalam sel Vero E6, tetapi mekanisme penghambatannya belum jelas dikenal.

Penelitian ini dilakukan melalui analisis molekuler docking terpenoid dan alkaloid yang terkandung di dalam akar L. aggregata, dengan protein target 3CLpro, PLpro, Spike, dan ACE 2. berperan dalam infeksi SARS-CoV-2. Hasil penelitian menunjukan bahwa terpenoid dan alkaloid yang terkandung dalam L. aggregata berpotensi menghambat protein target yang berperan dalam infeksi SARS-CoV-2. Dua terpenoid yaitu linderane dan linderalactone, menunjukkan penghambatan terkuat dari 3CLpro, PLpro, dan Spike, sedangkan salah satu alkaloid yaitu norboldine, menunjukkan penghambatan terkuat terhadap ACE 2. L. aggregata berpotensi sebagai anti SARS-CoV-2 karena dapat mencegah adsorpsi dan replikasi SARS-CoV-2. Sejalan dengan penelitian ini, mekanisme aktivitas anti SARS-CoV-2 yang dimiliki oleh L. aggregata in vitro bisa dieksplorasi lebih lanjut secara mendalam, dan diharapkan uji klinis dapat dilakukan pada hewan untuk mengidentifikasi efek lainnya.

Namun penelitian ini merupakan langkah awal, dikarenakan hanya memprediksi potensi sebagai anti-covid, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan baik secara in vitro maupun in vivo. Penelitian Lindera aggregata sebagai salah satu koleksi tanaman Kebun Raya Purwodadi belum banyak dilaporkan. “Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai salah satu koleksi Kebun Raya Purwodadi, dengan demikian meningkatkan upaya pelestariannya”, tutup Elok. (FRW)

Share this post