Tanaman Penghasil Serat Alam

Tanaman Penghasil Serat Alam

Agave sisalana Perrine atau Sisal berasal dari Mexico. Tanaman ini dibawa masuk ke Indonesia pada awal abad ke 17 oleh bangsa Spanyol.

Bagian tanaman Agave sisalana berupa epidermis, kutikula, palisade, lapisan serat sekunder, lapisan serat primer, ikatan pembuluh, jaringan bunga karang, xylem dan floem. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian tempat mulai dari 50 sampai 300 meter di atas permukaan air laut. Tanaman ini tidak menghasilkan biji. Tanaman sisal dapat mencapai ketinggian 1,5 – 2 meter.

Sisal ketika berbunga menghasilkan banyak bulbil dan sucker (anakan). Tanaman ini hanya berbunga sekali setelah itu akan mati. Tanaman sisal memiliki masa hidup 7-10 tahun dan biasanya menghasilkan 200-250 daun yang dapat digunakan secara komersial. Setiap daun rata-rata mengandung sekitar 1000 serat.

Seratnya sebagai tali-temali dalam ragam aktivitas di hutan. Di madura dijadikan pengikat daun tembakau, di sejumlah wilayah juga dijadikan bahan karung goni. Sisal mengandung lignin tinggi pada bagian batang. Lignin dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat musik seperti drum. Kandungan saponin pada Sisal dimanfaatkan sebagai bahan produksi sabun dan industri farmasi.

Share this post