Peneliti LIPI Mengkonservasi Tumbuhan dan Biji Yang Berpotensi Memperbaiki Lingkungan di Sungai Brantas Jawa Timur

Peneliti LIPI Mengkonservasi Tumbuhan dan Biji Yang Berpotensi Memperbaiki Lingkungan di Sungai Brantas Jawa Timur

Purwodadi, Tim Peneliti Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan & Kebun Raya LIPI di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi LIPI melakukan kegiatan eksplorasi dan konservasi biji tumbuhan wetland (lahan basah), riparian(tepi pantai) dan akuatik yang berpotensi memperbaiki lingkungan di Sungai Brantas Jawa Timur. Tujuannya untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan di sepanjang Sungai Brantas Jawa Timur, kemudian mengkoleksi biji dan bibit tumbuhan wetland, akuatik dan riparian yang ditemukan untuk menambah keanekaragaman koleksi tumbuhan konservasi di Kebun Raya Purwodadi LIPI.

Kebun Raya Purwodadi saat ini memiliki koleksi tumbuhan sejumlah 11.748 spesimen, 1.925 jenis, 928 marga dan 175 suku. Pada umumnya tumbuhan terestrial dan hanya sedikit koleksi tumbuhan akuatik. “Ada 34 jenis tumbuhan akuatik di KRP, dengan 15 jenis diantaranya koleksi” jelas Rony Irawanto, S.Si, M.T, Peneliti Ahli Madya sekaligus  Ketua Tim eksplorasi dan konservasi biji tumbuhan wetland, akuatik dan riparian yang berpotensi memperbaiki lingkungan di Sungai Brantas Jawa Timur  

Indonesia memiliki berbagai tipe ekosistem alami dengan kekayaan kenekaragaman hayati tertinggi di dunia. Keanekaragaman hayati di hutan bergantung pada area wetland, riparian dan akuatik, terutama pada wilayah aliran sungai. Wilayah Sungai Brantas merupakan wilayah sungai strategis nasional dan berperan sangat vital bagi masyarakat Jawa Timur.

Penurunan ketersediaan air, degradasi area, dan peningkatan pencemaran di wilayah Sungai Brantas menjadi ancaman besar terhadap ekologi dan ekosistem yang berharga bagi kehidupan manusia. Kegiatan konservasi keanekaragaman tumbuhan wetland, akuatik dan riparian di sepanjang Sungai Brantas yang berpotensi memperbaiki lingkungan di Sungai Brantas Jawa Timur sangat penting untuk dilakukan.

Secara umum DAS Brantas dapat dibagi kedalam ekosistem bagian hulu, tengah dan hilir atau  Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS). Kegiatan Penelitian yang dilakukan di DAS Brantas meliputi 15 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Batu, Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. Kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap.

Tahun 2020 fokus pada Eksplorasi dan pengkoleksian Tumbuhan Wetland di Sub DAS Brantas Hilir. Tahun 2021 fokus pada Eksplorasi dan pengkoleksian Tumbuhan Wetland di Sub DAS Brantas Hulu. Tahun 2022 fokus pada Eksplorasi dan pengkoleksian Tumbuhan Wetland di Sub DAS Brantas Tengah.

Sebelum melaksanakan eksplorasi tim terlebih dahulu melakukan tahap Pra-eksplorasi. Tahap ini meliputi kegiatan persiapan mulai dari diskusi/pertemuan dalam menentukan lokasi, persiapan alat dan bahan, pengurusan surat-surat, mengumpulkan data dan informasi, studi literatur maupun bertanya pada instansi terkait dan survei lokasi.

Tahap Eksplorasi, merupakan kegiatan utama, berupa perjalanan lapangan, mulai berangkat dari Kebun Raya Purwadadi ke lokasi tujuan selama waktu yang ditentukan sampai kembali pulang. Kegiatan eksplorasi meliputi: pencatatan habitus tumbuhan dan faktor lingkungannya, pengkoleksian biji, pengambilan spesimen bibit dan meterial herbarium, pendokumentasian spesies maupun ekologinya untuk kepentingan riset selanjutnya.

Tahap Pasca-eksplorasi, meliputi kegiatan di Kebun Raya Purwodadi, setelah pulang dari eksplorasi, seperti: penanaman bibit yang diperoleh di rumah kaca, pemrosesan biji, dan meregistrasikan material hasil eksplorasi dalam format A1 serta melanjutkan proses herbarium (pengovenan, pengeplakan, dst). Tahap pasca eksplorasi ini, merupakan kegiatan utama yang memerlukan waktu cukup lama pada kegiatan konservasi biji dan penelitiannya. Biji/buah tumbuhan yang diperoleh dari lapangan selanjutnya dilakukan ekstrasi, karakterisasi, pengujian, kadar air, viabilitas sampai penyimpanan di bank biji Kebun Raya Purwodadi. Demikian pula duplikatnya akan disimpan di bank biji Kebun Raya Bogor (Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – LIPI) untuk kerja sama penelitian lebih lanjut.

“Penelitian selama tiga tahun dari 2020-2022, dapat dipublikasikan dokumentasi ilmiah berupa buku dan desiminasi kepada masyarakat / komunitas di sekitar Sungai Brantas Jawa Timur” harap Rony. Selain itu, hasil penelitian yang komprehensif diharapkan dapat digunakan oleh stakeholder (Internal yakni peneliti Kebun Raya Purwodadi dan LIPI); Eksternal yakni Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Brantas Sampean, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I Malang, Instansi teknis (Dinas Kehutanan/LH/PU SDA di Kab/Kota, Perguruan Tinggi dan masyarakat) dalam menyusun policy brief pengelolaan lingkungan DAS Brantas Jawa Timur dan menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai potensi keanekaragaman tumbuhan maupun pengembangan konservasi dimasa depan.

Share this post