Mangifera odorata Griff. Dari Bapak Menristek Untuk Kebun Raya Purwodadi

Mangifera odorata Griff. Dari Bapak Menristek Untuk Kebun Raya Purwodadi

Purwodadi, Jumat, (4/12) Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bapak Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D berkunjung ke Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kunjungan ini dalam rangka meninjau serta mengenal lebih dekat Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi sebagai salah satu satuan kerja LIPI yang berada di Jawa Timur.

Kunjungan Menristek diawali dengan garden tour menggunakan mobil listrik untuk melihat langsung koleksi tanaman dan taman tematik yang ada di Kebun Raya Purwodadi. Didampingi oleh Bapak Dr. Bayu Adjie, M.Sc selaku Kepala Kebun Raya Purwodadi dan beberapa jajaran Muspida setempat. Rombongan Menristek diajak mengelilingi area Kebun Raya Purwodadi sambil dipandu oleh pemandu senior Kebun Raya Purwodadi, Bapak Matrani. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama dari Bapak Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D dan beberapa anggota rombongan lain di Kebun Raya Purwodadi.  

Dalam kesempatan ini Menristek dan Sekretaris Menristek juga melakukan penanaman secara simbolik sebagai simbol wujud kepedulian konservasi atau pelestarikan tanaman serta berkesempatan untuk bertukar pikiran dengan Kepala Kebun Raya Purwodadi beserta peneliti berprestasi kawasan Kebun Raya Purwodadi.

Menristek menanam Mangifera odorata Griff. (Mangga Kweni) dan Sekretaris Menristek menanam Lepisanthus rubiginosa (Roxb) Leenh (Klayu). Kedua jenis tanaman tersebut merupakan jenis tanaman buah lokal. Penanaman dilakukan di petak koleksi tanaman buah lokal dan selanjutnya akan menjadi bagian dari koleksi tumbuhan buah lokal di Kebun Raya Purwodadi.

Penanaman oleh Bapak Menristek dan Sesmenristek ini bukan sekedar menanam tanaman. Namun, tanaman ini akan menjadi investasi dan kenang kenangan berharga bagi Kebun Raya Purwodadi dan Masyarakat karena selain menjadi bagian koleksi tumbuhan, tanaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran botani maupun objek penelitian di masa mendatang. Hal ini bukan tanpa dasar, karena jenis tanaman yang ditanam dalam penanaman kali ini terbilang sudah jarang dijumpai atau bahkan terlupakan oleh generasi muda saat ini serta memiliki potensi pendidikan botani yang sangat tinggi.

Sebagai salah satu satuan kerja LIPI yang berada dibawah kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH). Kebun Raya Purwodadi mempunyai tugas dan fungsi, salah satunya adalah melakukan kegiatan Konservasi Ex-situ tumbuhan dataran rendah kering khususnya dari kawasan Indonesia timur.

Koleksi tanaman yang dimiliki sampai bulan November 2020 terdiri dari 179 suku, 997 marga, 2157 jenis, 6799 nomor, dan 12644 spesimen. Koleksi tanaman tersebut didapatkan dari hasil explorasi, sumbangan tanaman dan pertukaran biji dengan kebun raya yang lain. Kebun Raya Purwodadi juga memiliki koleksi herbarium basah dan kering, koleksi biji, dan bank biji.

Kebun Raya Purwodadi juga dikenal sebagai salah satu objek dan daya tarik wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Kebun Raya juga sebagai salah satu referensi institusi pendidikan, baik itu perguruan tinggi maupun sekolah sebagai objek pembelajaran dan penelitian botani. Koleksi tumbuhan kebun raya memiliki nilai pendidikan dan ekonomi yang sangat tinggi. Area Kebun Raya Purwodadi bisa menjadi laboratorium botani bagi para akademisi maupun peneliti botani.

Koleksi tumbuhan yang dimiliki terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Adapun beberapa koleksi yang dimiliki yaitu koleksi tumbuhan palem-paleman, tanaman langka, tanaman obat, tanaman buah lokal, tanaman paku, bambu, dan beberapa koleksi tumbuhan lainnya.

Kunjungan Menristek ini sebagai  bentuk dukungan dan apresiasi dari Kemenristek bagi Kebun Raya Purwodadi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kebun Raya Purwodadi diharapkan untuk terus berupaya melakukan inovasi serta berkontribusi positif bagi masyarakat khususnya dalam pengembangan kegiatan konservasi flora dataran rendah kering secara ex-situ. 

Share this post