Destario, Peneliti Diversitas dan Konservasi Anggrek Indonesia

Destario, Peneliti Diversitas dan Konservasi Anggrek Indonesia

Dr. Destario Metusala, S.P., M.Sc adalah peneliti Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – LIPI yang di tempatkan di Kebun Raya Purwodadi mempunyai kepakaran di bidang anggrek (Orchidologi) yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya. Destario yang akrab disapa Rio memperoleh gelar master nya di bidang biologi konservasi dari University of Kent di UK pada 2011, dan gelar doktornya dari Program Pascasarjana Biologi, FMIPA, Universitas Indonesia pada bulan Juli 2018. 


  Rio mengawali karirnya sebagai peneliti LIPI sejak tahun 2008. Ketertarikannya akan dunia botani anggrek menjadikan Rio konsisten untuk meneliti taksa yang unik ini. “Anggrek sudah menjadi dunia saya”, terang Rio. Keseriusannya dalam meneliti anggrek diantaranya menghasilkan beberapa publikasi spesies baru anggrek.
  Pada awal berkarir di LIPI (2008-2010), Rio bersama koleganya dari luar negeri telah mempublikasikan deskripsi lima spesies baru anggrek, yakni Dendrobium floresianum (NTT), Dipodium brevilabium (Papua), Dendrobium kelamense (Kalimantan), Dendrobium flos-wanua (Kalimantan) dan Dendrobium dianiae (Kalimantan). Rio menyatakan bahwa publikasi spesies baru anggrek tersebut dihasilkan dari penelitian bersama koleganya dari Singapura dan peneliti Herbarium Kew di Inggris. 
  Pada tahun 2019 lalu, Rio kembali mempublikasikan spesies baru Dendrobium nagataksaka (Papua) dan Eulophia lagaligo (Sulawesi) di jurnal bereputasi tinggi Phytotaxa. Puluhan publikasi ilmiah mengenai botani dan taksonomi anggrek Indonesia telah dihasilkan hingga saat ini, sehingga diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata LIPI dalam upaya inventarisasi dan konservasi diversitas anggrek Indonesia. (Humas BKHH Kawasan Purwodadi)

Share this post