Eksplorasi Tumbuhan Di Lereng Gunung Wilis Ponorogo KPH Lawu Ds, KRP Koleksi 433 nomor Baru

Eksplorasi Tumbuhan Di Lereng Gunung Wilis Ponorogo KPH Lawu Ds, KRP Koleksi 433 nomor Baru

Ponorogo, 4 Tim Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi LIPI telah melakukan kegiatan eksplorasi tumbuhan di Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Lawu Ds, pada bulan April dan Juni 2019. Setelah kegiatan eksplorasi tumbuhan berakhir, keempat tim eksplorasi tumbuhan KPH Lawu Ds memaparkan hasil kegiatannya kepada pihak KPH Lawu Ds selaku pemangku hutan pada Selasa (27/8). ADM KPH Lawu Ds menyambut baik keempat tim eksplorasi dari Kebun Raya Purwodadi dan mengapresiasi paparan hasil eksplorasi tumbuhan yang telah dilakukan. “Kami berharap kedepan akan terjalin kolaborasi yang lebih intensif dan berkelanjutan dalam usaha melestarikan keanekaragaman hayati tumbuhan yang berhabitat dataran rendah kering melalui berbagai program kegiatan”, ujar ADM KPH Lawu Ds.

Lokasi eksplorasi tumbuhan di KPH Lawu Ds berada di empat Resort Pemangku Hutan (RPH) yang berbeda, yakni RPH Ngebel di Wilis Barat, RPH Pudak di Wilis Selatan, RPH Guyangan di Ponorogo Barat dan RPH Bongkal di Ponorogo Timur dengan jumlah personel masing-masing lima orang di setiap tim.

433 nomor berhasil diperoleh dari kegiatan eksplorasi tumbuhan di KPH Lawu Ds yang meliputi tumbuhan jenis herba, anggrek, paku-pakuan, liana, semak hingga pohon. Beberapa jenis tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang tergolong sebagai tumbuhan jenis langka, menarik dan berpotensi sebagai obat serta koleksi baru bagi Kebun Raya Purwodadi.

Dari 433 nomor tumbuhan yang telah diperoleh, terdapat jenis-jenis tumbuhan yang menarik terutama dari jenis anggrek yaitu Coelogynespeciosa, CorymborkisveratrifoliaMacodes; dan kelompok paku-pakuan seperti Selaginellaplana, Cyathea; serta Smilax zeylanica (Smilacaceae). Tumbuhan yang masuk kedalam kategori tumbuhan langka dari jenis paku-pakuan yakni Pterissemipinnata juga diperoleh tim eksplorasi tersebut.

Tak hanya jenis tumbuhan menarik dan tumbuhan langka yang diperoleh dari kegiatan eksplorasi di KPH Lawu Ds, jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai obat yakni Cordia bantamensis, Abelmoschus moschatus dan Piper cubeba juga telah berhasil diambil oleh keempat tim eksplorasi tumbuhan tersebut.

Untuk meningkatkan jumlah koleksi baru Kebun Raya Purwodadi sebagai lembaga konservasi tumbuhan ex situ, tim eksplorasi tumbuhan KPH Lawu Ds telah memperoleh 12 jenis tumbuhan baru yang meliputi Pteris semipinnata (Pteridaceae), pisang pidak Esente glaucum  (Musaceae), Aglaomorphacoronans, Arisaema sp.(Arecaceae), Schima wallichii (Theaceae), Maclura amboniensis var. javanensis (Moraceae), Streblus sp.(Moraceae), Cayratia trifolia (Vitaceae), Solanum verbascifolium (Solanaceae), Linociera ramiflora (Oleaceae), Mesona chinensis (Lamiaceae) dan bunga lipstik Aeschynanthusperakensis (Gesneriaceae), ke 12 tumbuhan tersebut akan menambah daya tarik bagi pengunjung Kebun Raya Purwodadi yang datang untuk mengenal keanekaragaman hayati Indonesia khususnya tumbuhan yang berhabitat dataran rendah kering.. (AR/MYA/FRW)

Share this post