Dua Spesies Baru Anggrek Temuan Peneliti LIPI

Dua Spesies Baru Anggrek Temuan Peneliti LIPI

Purwodadi, dua spesies baru anggrek bernama Eulophia lagaligo dan Dendrobium nagataksaka Metusalatelah dipublikasikan oleh peneliti dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI di Kebun Raya Purwodadi Dr. Destario Metusala, M.Sc. Kedua deskripsi spesies baru anggrek tersebut telah diterbitkan pada jurnal ilmiah internasional Phytotaxa pada bulan September 2019.

Anggrek Eulophia lagaligo Metusala merupakan anggrek terestrial yang tumbuh di permukaan tanah pada habitat semi terbuka. Sejauh ini distribusi alami anggrek tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan dan Pulau Timor (Nusa Tenggara Timur). Eulophia lagaligo memiliki perbungaan tegak dengan 5-14 kuntum bunga yang mekar hampir serentak.

Bunganya yang berwarna kehijauan memiliki lebar 2,2-2,8 cm dengan perhiasan bunga tidak membuka secara penuh. Bibir bunganya yang kehijauan memiliki corak keunguan hingga merah muda di bagian tengahnya. “Karena anggrek ini berasal dari Sulawesi Selatan, saya memberikan nama spesies baru ini denganEpitet “lagaligo” yang diambil dari nama La Galigo, sebuah karya sastra terpanjang di dunia dari Sulawesi Selatan yang dibuat sekitar abad ke-14”, terang Destario.

Anggrek Dendrobium nagataksaka merupakan anggrek epifit yang tumbuh menempel di permukaan batang pepohonan. Distribusi alami dari spesies baru ini diketahui berasal dari kawasan hutan dataran rendah di propinsi Papua Barat. Tanaman ini memiliki perbungaan panjang yang tegak, dengan kuntum bunga mencapai hingga 22 kuntum yang mekar secara serentak. Bunganya berwarna putih hingga putih keunguan dengan bibir bunga bercorak keunguan atau kemerahan yang lebih gelap.

Spesies baru ini memiliki keunikan pada sepasang petal bunganya yang panjang dan tegak seperti tanduk berpilin serta bibir bunganya yang panjang menjulur. Dendrobium ini tumbuh merumpun dengan batang semu (pseudobulb) menyerupai batang tebu dan memiliki tinggi mencapai 83 cm serta diameter hampir 2 cm. Setiap kuntum bunganya berukuran tinggi sekitar 5,5-6,0 cm dengan lebar 3,0-3,5 cm. Bibir bunganya berwarna putih dengan urat keunguan hingga merah muda di bagian permukaannya.

“Nagataksaka  berasal dari nama makhluk mitologi naga taksaka karena anggrek spesies baru ini memiliki bentuk kuntum bunga dengan petal tegak seperti tanduk dan memiliki bibir bunga yang menjulur panjang, menyerupai bentuk kepala seekor naga”, terang Destario. (DM/MYA/FRW)

Share this post