Diseminasikan Hasil Penelitian, Peneliti LIPI Bedah Buku dan Diskusi

Diseminasikan Hasil Penelitian, Peneliti LIPI Bedah Buku dan Diskusi

Samarinda, Kamis (3/10), Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengadakan diskusi dan bedah buku berjudul “Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati” untuk memasyarakatkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut bertempat di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Siti Sofiah dan Trimanto penulis buku tersebut, merupakan dua orang peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya yang hadir sebagai narasumber.

Buku “Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati” dicetak pertama kali pada bulan Oktober 2018, merupakan kajian yang muncul sebagai hasil dari kerjasama kegiatan penelitian dan konservasi diversitas tumbuhan di kawasan pra dan pasca tambang yang dilakukan oleh para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dengan perusahaan tambang batubara PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Indominco Mandiri (IMM) yang merupakan anak perusahaan dari PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (ITM) sejak tahun 2010 sampai dengan 2017.

Kegiatan diskusi dan bedah buku tersebut merupakan salah satu sarana untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait kegiatan penelitian yang telah dilakukan dan dituliskan ke dalam buku tersebut, Lebih luas lagi, kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan mengenai konsep konservasi keanekaragaman hayati tumbuhan pada lahan pra dan pasca tambang batu bara.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku yang dihelat oleh para peneliti LIPI sangatlah bagus. Hal tersebut terbukti dengan keberagaman peserta yang terlihat hadir, yakni dari kalangan pendidikan (mahasiswa dan dosen), perwakilan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan perusahaan pengolahan kayu serta para pemangku kepentingan seperti Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak lagi pihak yang dapat memanfaatkan salah satu hasil penelitian LIPI yang telah didokumentasikan sebagai sumber referensi dalam dunia pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta lebih pentingnya lagi dalam upaya mengkonservasi keanekaragaman tumbuhan khususnya pada areal pertambangan batu bara. (MYA/FRW)

Share this post