Kebun Raya Purwodadi Pertahankan Mutu Layanan Melalui Penerapan SNI ISO 9001 : 2015

Kebun Raya Purwodadi Pertahankan Mutu Layanan Melalui Penerapan SNI ISO 9001 : 2015

Purwodadi, Selasa (23/7), Kebun Raya Purwodadi telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015 sejak tahun 2017. Tahun ini, Kebun Raya Purwodadi kembali melakukan audit surveillance yang ke 2 dengan melakukan perubahan menjadi 2 ruang lingkup audit yakni : 1) manajemen kegiatan eksplorasi dan koleksi tumbuhan; 2) manajemen kegiatan pelayananan jasa dan informasi.

Kegiatan audit dilaksanakan selama dua hari yaitu Senin – Selasa (22-23/7) oleh lembaga sertifikasi ICSM Indonesia. Ketua tim audit adalah Bapak Kholili dan Bapak Isham Afiqi sebagai anggota tim audit.

Ruang lingkup manajemen kegiatan eksplorasi dan koleksi tumbuhan terdiri dari : pengelolaan kebun dan tematik serta pengelolaan tanaman koleksi

Ruang lingkup kegiatan manajemen kegiatan pelayanan jasa dan informasi meliputi : layanan penyewaan lokasi, gedung, dan guesthouse; layanan pendidikan lingkungan; layanan informasi melalui official website dan official fanpage; layanan informasi melalui perpustakaan; layanan identifikasi tumbuhan; layanan pejualan bibit tanaman hasil perbanyakan.

Penerapan ISO 9001 : 2015 di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi menunjang pelaksanaan zona integritas dalam rangka mewujudkan lembaga pemerintah yang bebas dari korupsi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil obervasi yang telah dilakukan oleh tim audit dari Lembaga Sertifikasi ICSM Indonesia, disimpulkan bahwa Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI direkomendasikan untuk kembali mendapatkan Sertifikat SNI ISO 9001 : 2015.

Deden Mudiana, S.Hut, M.Si Kepala Kebun Raya Purwodadi mengucap syukur atas hasil audit eksternal yang telah digelar 2 hari ini.  “Seluruh pegawai Kebun Raya Purwodadi agar dapat menjaga komitmen untuk terus menerapkan sistem manajemen mutu SNI ISO 9001 : 2015 demi terciptanya wilayah kerja yang bebas dari korupsi dan terciptanya pelayanan publik yang prima bagi masyarakat” ujar Deden dalam penutupan audit. (MYA/FRW)

Share this post